Belajar dari Bob Sadino
Makalah
Kewirausahaan Medan, Juni
2016
BOB
SADINO PENGUSAHA SUKSES
Dosen
Penanggung
Jawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh :
Warisan Arfandi Siregar
171201012
HUT 2A
PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau
akrab dipanggil om Bob adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis
di bidang pangan dan peternakan. Beliau adalah pemilik dari jaringan usaha
Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, beliau basering terlihat
menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya.
Dalam menjalani kehidupannya beliau banyak
sekali mengalami kegagalan, ketika mobil yang beliau sewakan mengalami
kecelakaan yang sangat parah, beliau kehilangan mata pencahariannya, tetapi
beliau tidap patah semagat. Om Bob kemudian meminta untuk dikirimi ayam negeri
dari temannya, dari situlah awal mula kesuksesan beliau.
Kebanyak orang yang tidak mengenal telur yang
dijaul oleh om Bob, kerena memiliki ukurang yang besar, sehingga banyak orang
menolak untuk membeli telur tersebut, akan tetapi om Bob tidak kehabisan akal,
dengan pengetahuan beliau berbahasa asing dan telur tersebut berasal dari ayam
luar negeri, beliau menjual telur tersebut ke orang-orang asing, semakin hari
beliau memiliki banyak pelanggan walupun juga banyak mendapatkan kritikan dari
orang lain, tapi om Bob sadar bahwa dengan kritikan tersebut beliau bisa
belajar untuk lebih baik dan melayani pelanggan dengan sebaik mungkin.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
cara Bob Sadino menjadi pengusaha sukses di Indonesia ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Biografi
Bob Sadino
Bob Sadino lahir di Lampung, 9 Maret 1933,
atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang
berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Beliau adalah pemilik dari jaringan
usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, beliau sering terlihat
menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya.
Om Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Beliau adalah
anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, om Bob yang
ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena
saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Om Bob kemudian
menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya
itu, beliau singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di
sana, beliau bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg,
Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, om Bob bertemu dengan pasangan hidupnya,
Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, om Bob dan keluarga kembali
ke Indonesia. beliau membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an.
Salah satunya beliau jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta
Selatan sementara yang lain tetap beliau simpan. Setelah beberapa lama tinggal
dan hidup di Indonesia, om Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena
beliau memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Pekerjaan pertama yang
dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes
yang beliau miliki, beliau sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika
beliau mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena
tak punya uang untuk memperbaikinya, om Bob beralih pekerjaan menjadi tukang
batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. beliau pun sempat mengalami depresi
akibat tekanan hidup yang dialaminya.
Suatu hari, seorang teman menyarankan om Bob
memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresinya. Om Bob
tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di
Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Om Bob-lah yang pertama kali
memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Om Bob menjual
telur-telurnya dari pintu ke pintu. Ketika itu, telur ayam negeri belum populer
di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh
ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang, serta beberapa orang
Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri. Namun seiring berjalannya waktu,
telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis om Bob semakin berkembang. Om
Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Selain
memperkenalkan telur ayam negeri, beliaujuga merupakan orang pertama yang
menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.
2.2 Awal
Mula Usaha Bob Sadino
Modal yang beliau bawa dari Eropa, dua sedan
Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu beliau jual untuk membeli sebidang tanah di
Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah
dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, om Bob sendiri sopirnya.
Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata,
bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya.
”Hati saya ikut hancur,” kata om Bob. Kehilangan sumber penghasilan, om Bob
lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau beliau mau, istrinya, Soelami
Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa
menyelamatkan keadaan. Tetapi, om Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga.
Saya yang harus mencari nafkah’’.
Untuk menenangkan pikiran, om Bob meminta
untuk dikirimi kepada temannya yaitu Sri Mulyono Herlambang 50 ekor ayam ras
dari kenalannya. Om Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. beliau
mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga
bisa. Sebagai peternak ayam, om Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa
kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, om Bob dan istrinya memiliki
banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris.
Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak
menetap orang asing.
Tidak jarang pasangan tersebut dimaki
pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri,
memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri
om Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama
kelamaan om Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market
(pasar swalayan) Kem Chicks. beliau selalu tampil sederhana dengan kemeja
lengan pendek dan celana pendek. Bisnis pasar swalayan om Bob berkembang pesat,
merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur
mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu beliau juga menjalin
kerjasama dengan para petani di beberapa daerah. Om Bob percaya bahwa setiap
langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan.
Perjalanan wirausaha tidak semulus yang
dikira. Beliau dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan
yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap
peluang. Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak
harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan
dari apa yang telah beliau lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak
mikir untuk membuat rencana sehingga beliau tidak segera melangkah. “Yang paling
penting tindakan,” kata om Bob. Keberhasilan om Bob tidak terlepas dari
ketidaktahuannya sehingga beliau langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh
bangun, om Bob trampil dan menguasai bidangnya.
Proses keberhasilan om Bob berbeda dengan
kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil
dan profesional. Menurut om Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir
dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi
orang lain. Sedangkan om Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan
saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu om Bob meraih simpati
pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut om Bob, kepuasan pelanggan akan
menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu beliau selalu berusaha melayani
pelanggan sebaik-baiknya. Om Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah
keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada
yang utama semuanya punya fungsi dan kekuatan.
2.3 Pengusaha
Berdinas Celana Pendek
Pria berpakaian ”dinas” celana pendek jin dan
kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, ini adalah salah satu
sosok entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan
bukan berasal dari keluarga wirausaha. Pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks
(supermarket), ini mantan sopir taksi dan karyawan Unilever yang kemudian
menjadi pengusaha sukses.
Sosok berambut putih, bercelana pendek, dan
kadang mengisap rokok dari cangklongnya ini begitu mudah dikenali. Gaya
bicaranya blak-blakan tanpa tedeng aling-aling. Beliau adalah Bob Sadino,
pengusaha sukses yang terkenal dengan jaringan usaha Kemfood dan Kemchick-nya.
Beberapa kali wajahnya ikut tampil di beberapa sinetron hingga ke layar lebar,
meski kadang hanya tampil sebagai figuran.
Penampilannya yang serba cuek itu ternyata
sejalan dengan pola pikirnya yang apa adanya. Sebab, menurutnya, apa yang
diraihnya saat ini adalah berkat pola pikir yang apa adanya itu. beliau
menyebut bahwa kesuksesannya didapat tanpa rencana, semua mengalir begitu saja.
Yang penting, adalah action dan berusaha total, dalam menggeluti apa saja. Totalitas
m Bob memang patut diacungi jempol, apalagi mengingat lika-liku jalan hidup
yang telah ditempuhnya.
Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933 yang
hanya lulusan SMA ini pernah mengenyam profesi dari sopir taksi hingga kuli
bangunan untuk sekadar bertahan hidup. Saat masa sulitnya, beliau
pernah hampir depresi. Tapi, ketika itu seorang temannya mengajaknya
memelihara ayam. Dari sanalah beliau kemudian terinspirasi, bahwa kalau ayam
saja bisa memperjuangkan hidup, bisa mencapai target berat badan, dan bertelur,
tentunya manusia juga bisa. Itulah yang kemudian mengawali langkahnya untuk
berwirausaha. beliau pun kemudian memutuskan untuk makin menekuni usaha ternak
ayam.
Pada awalnya, beliau menjual telur beberapa
kilogram per hari bersama istrinya. Mereka menjual telur itu awalnya dari pintu
ke pintu. Dan, dengan ketekunan dan kemampuannya menjaga hubungan baik,
telurnya makin laris. Dari sanalah kemudian usahanya terus bergulir. Dari hanya
menjual telur, beliau lantas menjual aneka bahan makanan. Itulah yang akhirnya
menjadi cikal bakal supermarket Kemchick miliknya. beliau kemudian juga
merambah agribisnis khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun yang banyak
berisi sayur mayur untuk dijual pada orang asing seperti orang Jepang dan
Eropa. Hubungan baik dengan orang-orang asing inilah yang kemudian makin
membesarkan usahanya hingga beliau akhirnya juga memiliki usaha daging olahan
Kemfoods.
Dalam menjalankan setiap usahanya, Bob selalu
menyebut dirinya tak punya kunci sukses. Sebab, beliau percaya bahwa setiap
langkah sukses selalu diimbangi kegagalan, peras keringat, dan bahkan jungkir
balik. Menurutnya, uang adalah prioritas nomor sekian, yang penting adalah
kemauan, komitmen tinggi, dan selalu bisa menciptakan kesempatan dan berani
mengambil peluang.
Om Bob menyebut, kelemahan banyak orang
adalah terlalu banyak berpikir membuat rencana sehingga tidak segera melangkah.
beliau mengatakan bahwa ketika orang hanya membuat rencana, karena merasa
memiliki ilmu yang melebihi orang lain, muncullah sifat arogan. Padahal,
intinya sebenarnya sederhana saja, lakukan dan selalu dengarkan saran dan
keluhan pelanggan. Om Bob membuktikan sendiri, beliau yang hanya bermodal nekad,
tapi berlandaskan niat dan keyakinan, serta kerja keras pantang menyerah, tanpa
teori sukses beliau pun bisa jadi seperti sekarang. Sukses itu bukan teori.
Namun didapat dari perjuangan dan kerja keras, serta dilandasi keyakinan kuat
untuk mewujudkan cita-cita.
Bob Sadino adalah contoh nyata bahwa setiap
orang bisa sukses asal mau membayar ”harga” dengan perjuangan tanpa
henti. Sosok berambut putih, bercelana pendek ini begitu mudah dikenali.
Gaya bicaranya blak-blakan tanpa tedeng aling-aling. Beliau adalah Bob Sadino,
pengusaha sukses yang terkenal dengan jaringan usaha Kemfood dan Kemchick-nya.
Beberapa kali wajahnya ikut tampil di beberapa sinetron hingga ke layar lebar,
meski kadang hanya tampil sebagai figuran.
2.4 Bob
Sadino dan Kewirausahaan
Bob Sadino memberikan
beberapa tips untuk mereka yang benar-benar ingin membangun jiwa
enterpreneurship (jiwa kewirausahaan). beliau menyarankan agar orang tidak
belajar jiwa wirausaha di dalam kelas, atau dari mereka yang tidak pernah
menggeluti langsung dunia usaha. Sebab biasanya yang diberikan adalah semua
saran yang didasari oleh ketakutan sehingga segalanya dipermudah dengan ide-ide
logis padahal usaha adalah sering tidak mengikuti urutan dan sistematika
berpikir biasa, faktor-faktor-faktor yang kelihatannya terkontrol padahal
sangat sulit menerka gerak dan dinamika pasar, saran-saran yang berlawanan
dengan hukum pasar yang cenderung liar, mengabaikan unsur lain yang justru
sangat penting yaitu naluri pengusaha, dsb. Untuk membangun jiwa wirausaha, Bob
menyuruh kita untuk melihat beberapa hal berikut:
1. Kita
harus membebaskan diri kita dari rasa takut.
Inilah halangan terbesar. Inilah alasan
terbesar mengapa pendidikan memakan waktu yang lama, yaitu untuk menghindari
kesalahan dan resiko. Tapi justru itulah yang ingin dipangkas oleh Bob karena
ia merasa rasa takut adalah penyebab tidak berkembangnya enterpreneurship.
Kesulitan dan resiko selalu menyertakan peluang. Jadi, jika kita ingin
mengembangkan jiwa enterpreneurship, jangan menghindari resiko.
2. Kita
harus membebaskan diri dari tidakan terlalu berharap.
Belum apa-apa sudah membayangkan hitungan
khayal tentang keuntungan, kemudahan, kehebatan dan hasil besar. Jika begini,
maka orang mudah kecewa karena ternyata lapangan mengajarkan yang berbeda.
Orang harus belajar menghitung mulai dari angka kecil tetapi tekun dan komit.
Bayangkan sukarnya dan hadapilah kesukarannya.
3. Kita
harus bebaskan diri kita dari pikiran sendiri.
Biasaya berupa konsep, keyakinan, anggapan dsb. Belajarlah untuk tidak
tahu supaya pengertian masuk sebanyak-banyaknya. Lepaskan diri dari
konsep-konsep, semua harus dijalani dulu dengan penuh keberanian, nanti ilmu
akan datang sendiri. Itulah enterpreneurship kata Bob. Memang benar, jika kita
berhadapan dengan orang yang merasa sudah tahu, kita kerepotan. Orang tidak
mudah berubah karena sudah punya asumsi dulu dalam pikiran. Jadi, cara termudah
mengadopsi teknik baru adalah dengan mengambil posisi belajar, tidak tahu. Atau
merendahkan hati untuk menjalankan sesuatu yang baru. Dengan ketiga kunci
tersebut, Bob berharap mereka calon enterpreneur akan memakai prinsip-prinsip
tadi sebagai modal mengembangkan jiwa kewirausahaan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Bob Sadino adalah sosok yg
patut kita teladani. Pemikiran yang sederhana. lugas, dan jujur membuatnya jadi
bos yang sangat disegani oleh anak buah dan orang-orang disekitarnya. Beliau
percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan.
Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. beliau dan istrinya sering
jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan,
komitmen, berani mencari dan menangkap peluang. Di saat melakukan sesuatu
pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang
ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan.
Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia
tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan.”
Keberhasilan om Bob tidak
terlepas dari ketidaktahuannya sehingga beliau langsung terjun ke lapangan.
Setelah jatuh bangun, om Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses
keberhasilan om Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu,
kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional. Menurut om Bob, banyak
orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan,
karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain. Sedangkan om Bob selalu
luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan
sikap seperti itu beliau meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar.
Menurut om Bob, kepuasan
pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu beliau selalu
berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya. Bob sadino menempatkan
perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus
saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.
DAFTAR PUSTAKA
Fahmi, P. 2012. Kisah Perjuangan dan Inspirasi Bob Sadino.Yogyakarta
: Gramedia Pustaka
Sadino, B. 2014. Belajar Goblok dari Bob Sadino. Jakarta: Elex Media Computindo
Mubarak ,H. 2015. Biografi Bob Sadino.( http://blogmubarok.blogspot.com/2015/02/makalah-wirausahawa-sukses-indonesia.html). Diakses Pada Tanggal 17 Juni 2018.



Queen Casino Review - €1000 Bonus + 100 Free Spins + 100
BalasHapusQueen Casino is rated 4.4 out of 5 by our members and 31% of them said: "liked it". The casino gioco digitale offers a 24/7 12bet customer support team クイーンカジノ and a live chat